Friday, April 9, 2010

Sajak: Bayang-Bayangku

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Kau bayanganku, hakikatmu membayangiku.

Bayang-Bayangku

Ku perhatikanmu,
Gerak tarimu,
Ku ke kiri,
Engkau ke kiri,
Ku ke kanan,
Engkau ke kanan,
Sesaat tidak kau lebihi,
Sedetik tidak kau cepati.

Gerak tubuhku kau turuti,
Seakan kau cerminanku,
Bentuk dirimu mirip denganku,
Seakan kau kembarku.


Puas diri ini berlari,
Namun diriku tetap kau kejari,
Kehadiran dirimu terus menghantui,
Pasti wujudmu membawa erti.

Ku perhatikanmu,
Gerak tarimu,
Tepat mengikuti langkahku,
Sempurna seakan engkau sebahagian dariku,
Kau hadir tika gelap,
Sirna kembali tika benderang.

Ilham datang menerjah fikiran,
Pada hakikat kau bayanganku,
Ketepatanmu bergerak,
Signifikasi patuh diri sebagai hambaNya,
Kerendahanmu di tanah,
Sujud, kekerdilan insan kepada Sang Pencipta.

Oh bayang-bayangku,
Engkau peneman, setia Ilahi,
Ku harap hakikatmu terus membayangi,
Menjadi peringatan hakikat diri,
Agarku tetap merendah pada Ilahi.

Semoga hadirmu tika gelap,
Memberiku cahaya.

---
MF
 04|08|10
Hadirnya cahaya,
Di kala gelap mula menyelubung,
Di bawah kekuasaan-Nya.

Rujukan / Sumber Ilham:
- Al-Qur'an
  • "Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya bebolak-balik ke kanan, dan ke kiri, dan dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) merendah diri."
    -Surah An-Nahl (16): 48 
  • "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, 'Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."
    -Surah Al-Hijr (15): 28

5 comments:

miss_purplish89 said...

subhanallah..huhu..puisi yang berkesan di jiwa saya..

Ibnu Jamaluddin said...

Subbahanallah...
Jadilah seperti bayang-bayang yang sentiasa merendah diri.
Menurut gerak laku pelakunya.
Sembunyi ketika gelap dan kembali ketika terang.
Muhasabah melalui penciptaan Allah. =)

sLave_oF_Almighty said...

To Ibnu Jamaluddin:

Alhamdulillah..

Yup.. Sentiasa merendah diri.. Tgk bayang2, mengingatkn balik diri ttg asal kjadian kita..

Mula2 dr lumpur hitam, kmudian dr air mani yg hina.. Kmudian, lahirnya kita ke bumi pn dlm keadaan tdk tahu apa2.. Bayi, sungguh lemah, xberdaya..

Namun, Allah jualah yg tlh mengangkat kita ke posisi yg kita capai skrg ni.. Alhamdulillah.. =)

p/s: bayang2, hilang ktika benderang, sembunyi dlm hitam kgelapan.. ia hadir tika adanya cahaya, namun, xsegenap pelusuk sinarnya.. ^_^

Azrai Ahmad Zamri said...

salam ziarah..
terkesima dengan mainan bait kata, lantas mGinsafi akan kebijaksanaan-Nya..
jiwa yG dalam selalu berfikir lantas berzikir, tika melihat dunia seisinya...

sLave_oF_Almighty said...

To Azrai Ahmad Zamri:

Wslm w.b.t.

Subhanallah.. Hebat lg enta bermain bait kata.. Yup, moga2 kita menginsafi akn kbijaksanaanNya, inshaAllah.. =)